7 Tempat Oleh-Oleh Khas Semarang yang Wajib Dikunjungi!
Semarang senantiasa memiliki cara tersendiri untuk memikat hati siapa pun yang mengunjunginya. Sebagai ibu kota Jawa Tengah, kota ini bukan sekadar titik transit, melainkan sebuah melting pot budaya yang mempertemukan nuansa kolonial, kearifan lokal Jawa, hingga pengaruh peranakan Tionghoa yang kental.
Jejak sejarah tersebut tidak hanya tertuang dalam arsitektur bangunan tua di Kota Lama atau kemegahan Lawang Sewu, tetapi juga meresap kuat ke dalam ragam kulinernya. Perjalanan ke kota ini rasanya belum benar-benar purna jika Anda belum menyempatkan diri untuk berburu oleh oleh khas semarang yang mampu membawa pulang memori rasa dari setiap sudut jalanannya.
Tradisi membawa buah tangan atau oleh oleh telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia. Di Semarang, pilihan untuk memanjakan lidah kerabat di rumah sangatlah beragam, mulai dari camilan tradisional yang sudah melegenda hingga inovasi kuliner modern yang kini tengah naik daun.
Memahami preferensi pasar yang terus berkembang, artikel ini akan mengulas tujuh destinasi dan jenis buah tangan yang wajib masuk dalam daftar belanja Anda.
1. Lapis Kukus Lawang Sewu
Di tengah gempuran kuliner tradisional yang sudah ada sejak puluhan tahun silam, muncul sebuah ikon baru yang dengan cepat mencuri perhatian wisatawan maupun warga lokal. Lapis Kukus Lawang Sewu hadir sebagai jawaban bagi mereka yang menginginkan oleh oleh khas semarang dengan sentuhan modern namun tetap memiliki identitas lokal yang kuat.
Nama Lawang Sewu sendiri diambil dari bangunan ikonik dengan seribu pintu yang menjadi simbol kota, mencerminkan semangat untuk melestarikan kebanggaan daerah dalam bentuk produk boga yang berkualitas tinggi.
Keunggulan utama dari lapis kukus ini terletak pada teksturnya yang sangat lembut dan ringan di mulut. Berbeda dengan lapis legit tradisional yang cenderung berminyak dan padat, proses pengukusan yang presisi menghasilkan kue yang lembab dan tidak membuat seret saat disantap. Varian rasanya pun dirancang untuk mewakili selera nusantara, mulai dari cokelat yang kaya, keju yang gurih, hingga aroma pandan yang menenangkan.

Oleh oleh khas semarang lapis kukus lawang sewu
Setiap kotak dikemas dengan desain yang elegan dan praktis, menjadikannya pilihan utama bagi para pelancong yang harus menempuh perjalanan jauh karena ketahanannya yang cukup baik di suhu ruang. Kehadiran gerai ini memberikan warna baru dalam peta persaingan oleh oleh khas semarang, membuktikan bahwa inovasi dapat berjalan beriringan dengan nilai sejarah.
Baca juga: Kue Lapis Semarang, Cita Rasa Tradisional dengan Sentuhan Modern
2. Warisan Legendaris Bandeng Presto di Jalan Pandanaran
Berbicara tentang kuliner Semarang tentu tidak bisa melepaskan diri dari sosok bandeng presto. Ikan bandeng yang dikenal memiliki duri sangat halus dan banyak seringkali menjadi kendala saat dinikmati.
Namun, melalui teknik memasak dengan tekanan uap tinggi, duri-duri tersebut menjadi lunak dan dapat dimakan bersama dagingnya. Destinasi paling populer untuk mendapatkan produk ini berada di kawasan Jalan Pandanaran, yang telah lama dikenal sebagai pusat keramaian belanja bagi para pencari oleh oleh khas semarang.
Salah satu pionir yang masih bertahan dan terus berkembang adalah Bandeng Juwana Elrina. Di sini, pengunjung tidak hanya mendapatkan bandeng presto original, tetapi juga berbagai variasi olahan bandeng seperti bandeng asap, bandeng dalam balutan sangrai, hingga otak-otak bandeng yang gurih.
Kualitas bahan baku yang segar dan bumbu rempah yang meresap hingga ke bagian terdalam daging ikan menjadi rahasia mengapa tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. Membeli bandeng presto adalah sebuah kewajiban bagi Anda yang ingin menyajikan hidangan lauk berkualitas bagi keluarga setelah kembali dari liburan.
3. Keajaiban Tekstur Lumpia yang Menggugah Selera
Lumpia adalah identitas yang melekat erat pada Semarang hingga kota ini dijuluki sebagai Kota Lumpia. Kudapan yang lahir dari perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa ini menawarkan perpaduan rasa manis dan gurih dari isian rebung (bambu muda), telur, serta udang.
Salah satu tempat yang dianggap sebagai penjaga keaslian resep adalah Lumpia Gang Lombok. Berlokasi di dekat Klenteng Tay Kak Sie, kedai kecil ini menawarkan pengalaman kuliner yang membawa kita kembali ke masa lalu.
Sebagai oleh oleh khas semarang, lumpia tersedia dalam dua varian yaitu basah dan goreng. Bagi wisatawan yang membawa perjalanan jauh, lumpia goreng biasanya lebih disarankan, namun lumpia basah tetap memiliki penggemar setia karena tekstur kulitnya yang lembut.
Rahasia kelezatan lumpia tradisional Semarang terletak pada pengolahan rebungnya yang telaten sehingga tidak meninggalkan aroma langu. Disajikan dengan saus kental yang manis, daun bawang segar, cabai rawit, dan acar mentimun, lumpia menjadi representasi sempurna dari harmonisasi budaya di tanah Jawa.
4. Manisnya Wingko Babat dari Stasiun hingga Pelabuhan
Meski asalnya dari sebuah kecamatan kecil bernama Babat di Lamongan, Wingko Babat justru menemukan popularitas besarnya di Semarang. Camilan berbentuk bundar pipih berbahan dasar kelapa muda dan tepung ketan ini memiliki aroma harum yang sangat khas saat dipanggang. Nama-nama besar seperti Wingko Babat Cap Kereta Api telah menjadi legenda tersendiri di kalangan pemburu oleh oleh khas semarang.
Dahulu, wingko sering dijajakan di area stasiun dan terminal, namun kini Anda bisa menemukannya dalam berbagai kemasan menarik di toko-toko pusat oleh-oleh. Keunikan wingko terletak pada keseimbangan antara rasa manis gula kelapa dan gurihnya parutan kelapa segar.
Selain rasa original, saat ini sudah banyak dikembangkan varian rasa seperti cokelat, nangka, hingga durian untuk memenuhi selera pasar yang lebih luas. Karena teksturnya yang kering di luar namun tetap kenyal di dalam, wingko babat memiliki daya simpan yang relatif lama, sangat cocok untuk dijadikan hantaran jarak jauh.
5. Kenyalnya Moaci Gemini yang Melegenda
Bagi penyuka makanan manis dengan tekstur kenyal, Moaci Gemini adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Berbeda dengan mochi asal Jepang yang biasanya polos atau berisi pasta kacang merah, moaci khas Semarang ini umumnya memiliki isian kacang tanah yang ditumbuk kasar dengan gula, memberikan sensasi kriuk di tengah kelembutan kulitnya. Bagian luarnya biasanya dibalut dengan wijen yang melimpah atau tepung untuk memberikan aroma tambahan.
Eksistensi moaci sebagai bagian dari oleh oleh khas semarang menunjukkan betapa dinamisnya kuliner kota ini. Seiring berjalannya waktu, inovasi rasa pun dilakukan, seperti penambahan rasa durian, strawberry, hingga coklat lumer. Ukurannya yang mungil dan dikemas dalam kotak-kotak kecil membuatnya sangat praktis untuk dibagikan kepada rekan kerja atau teman-teman sebagai cemilan santai di sore hari.
Baca juga: Bakal Viral ! Ganjel Rel Stim Baru Varian Brownies Coklat
6. Roti Ganjel Rel, Nostalgia Rasa yang Unik
Mungkin bagi sebagian orang, nama roti ini terdengar unik dan sedikit aneh. Roti Ganjel Rel adalah roti tradisional khas Semarang yang memiliki tekstur padat, berwarna coklat gelap karena penggunaan gula jawa, dan ditaburi wijen di atasnya.
Namanya diambil dari bentuknya yang balok dan teksturnya yang keras, menyerupai kayu pengganjal rel kereta api zaman dahulu. Meski kini teksturnya sudah dimodifikasi menjadi lebih lembut agar lebih sesuai dengan selera modern, aroma kayu manis yang kuat tetap dipertahankan.
Roti ini biasanya menjadi sajian wajib dalam perayaan Dugderan menyambut bulan suci Ramadhan, namun kini telah tersedia setiap hari sebagai pilihan oleh oleh khas semarang bagi mereka yang menyukai cita rasa jadul (zaman dulu). Menikmati sepotong Roti Ganjel Rel dengan secangkir teh hangat di sore hari akan memberikan sensasi nostalgia yang mendalam akan keramahan warga Semarang.
7. Tahu Bakso Ungaran yang Mengenyangkan
Bergerak sedikit ke arah selatan Semarang, kita akan menemui Ungaran yang sangat terkenal dengan tahu baksonya. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena produk ini sudah sangat mudah ditemukan di berbagai sudut kota Semarang. Tahu bakso merupakan tahu goreng berbentuk kotak yang bagian tengahnya diisi dengan adonan bakso daging sapi yang padat dan kenyal.
Dua merek yang paling tersohor adalah Tahu Bakso Ibu Pudji dan Tahu Bakso Sapi asli lainnya. Sebagai oleh oleh khas semarang, tahu bakso sering dibeli dalam keadaan vakum atau beku agar tetap segar saat sampai di kota tujuan.
Kudapan ini sangat fleksibel untuk dinikmati; bisa langsung dimakan setelah dikukus kembali atau digoreng dengan balutan tepung untuk mendapatkan sensasi yang lebih renyah. Rasa daging sapinya yang dominan berpadu dengan gurihnya tahu kedelai menjadikan makanan ini favorit bagi segala usia.
Tips Memilih dan Berbelanja di Pusat Oleh-Oleh
Setelah mengetahui berbagai pilihan yang tersedia, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa tips saat berbelanja. Pertama, selalu periksa tanggal kadaluarsa, terutama untuk makanan basah seperti lumpia basah atau tahu bakso yang tidak divakum.
Kedua, pertimbangkan moda transportasi yang Anda gunakan; jika menggunakan pesawat, pastikan kemasan produk aman dari kebocoran atau tekanan. Ketiga, sempatkan untuk mencicipi tester yang biasanya disediakan di toko seperti Lapis Kukus Lawang Sewu untuk memastikan varian mana yang paling sesuai dengan selera Anda.
Baca juga: Rahasia Di Balik Ramainya Lapis Kukus Lawang Sewu, Sudah Pernah Coba ?
Semarang memang memiliki daya tarik yang sulit untuk ditolak. Setiap sudut kotanya menyimpan cerita, dan setiap makanannya menyimpan rasa yang jujur.
Dengan membawa pulang oleh oleh khas semarang, Anda tidak hanya membawa benda mati di dalam koper, tetapi juga membawa potongan-potongan kecil dari kehangatan dan keramahan kota ini untuk dibagikan kepada orang-orang terdekat.
Pastikan perjalanan Anda berikutnya di Kota Semarang ditutup dengan kunjungan ke gerai-gerai terbaik, dan biarkan Lapis Kukus Lawang Sewu menjadi salah satu pelengkap manis di akhir perjalanan Anda.
